utk web

Kataku App: Teknologi Bantu Komunikasi Non Verbal bagi Penyandang Autis

Posted on Posted in Artikel, Wawasan

Komunikasi ialah proses berpindahnya pesan dari komunikator (penyampai pesan) kepada komunikan (penerima pesan). Komunikasi menjadi penting karena hampir setiap kegiatan manusia melibatkan penyampaian pesan pada satu orang ke orang lainnya. Bagi penyandang autis, keterampilan berkomunikasi menjadi salah satu aspek yang mengalami hambatan. Dengan memiliki keterampilan berkomunikasi, penyandang autis dapat keluar dari “dunianya”. Bagaimana tidak, dengan mampu berkomunikasi penyandang autis dapat berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.  Kebanyakan sumber menyebutkan bahwa terdapat hambatan dalam berkomunikasi pada penyandang autis. Seperti mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, ekolalia (meniru ucapan), berbicara tidak jelas, bergumam, bersenandung, sulit memulai komunikasi dua arah, sulit berbicara, dan mengeluarkan bunyi-bunyian tak bermakna yang diulang-ulang.

Kemampuan komunikasi penyandang autis sangatlah beragam. Salah satu kemampuan komunikasi penyandang autis ialah memiliki bahasa reseptif (memahami pesan dari orang lain) yang baik namun tidak disertai kemampuan bahasa ekspresif. Seperti halnya seorang penyandang autis berusia 18 tahun yang ditemui oleh tim mahasiswa Program Magister Pendidikan Khusus UPI.  Berdasarkan hasil asesmen dan analisa kebutuhan, penyandang autis tersebut mengalami kesulitan untuk mengutarakan keinginan. Upaya yang dilakukan oleh orang di sekitarnya ialah membuat papan komunikasi. Akan tetapi papan komunikasi dirasa tidak praktis untuk dibawa kemana-mana. Berdasarkan hal itu, tim mahasiswa yang terdiri dari Gian Asri Septiany, Muhaimi, Mughni Prayogo,  Whisqa Dayani, dan Dina Istiqomah Rahayu berinisiatif untuk membuat sebuah alat bantu komunikasi non verbal  namun mudah dibawa kemana-mana.  Khususnya bagi remaja penyandang autis tersebut.

Melalui praktik mata kuliah Teknologi Asistif (teknologi bantu) yang diampu oleh Dr. Endang Rochyadi, M.Pd. dan Dr. Sunardi, M.Pd, tim mahasiswa merancang alat bantu komunikasi non verbal bagi penyandang autis yang berbasis aplikasi android. Pada dasarnya, aplikasi yang dikembangkan ini merupakan pengalihan bentuk papan komunikasi yang berukuran 50 cm x 30 cm ke dalam bentuk digital. Aplikasi ini dinamakan Kataku App. Pemberian nama dan logo mengusung filosofis komunikasi bagi penyandang autis. Pembuatan desain Kataku App menerapkan prinsip ergonomis, yakni berdasarkan kemampuan komunikasi, motorik, seonsorik, dan kognitif penyandang autis. Dengan kata lain, aplikasi ini didesain khusus sesuai kebutuhan individual penyandang autis (subjek). Prinsip kerja Kataku App ialah penggunaan simbol, gambar – gambar, dan suara  untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan penyandang autis.

Kataku app pict web 1

Dalam aplikasi Kataku, terdapat beberapa kategori gambar yang digunakan oleh subjek dalam kegiatan sehari-hari. Di setiap kategori terdapat gambar-gambar. Di setiap gambar terdapat tulisan dan suara nama objek dalam gambar. Cara menggunakan aplikasi Kataku sangatlah mudah. Pengguna  tinggal mencari gambar objek yang dibutuhkan dalam kategori dengan cara menggeser kemudian menyentuh gambar yang dipilih. Gambar yang telah dipilih akan memunculkan suara nama dari objek dalam gambar. Setelah gambar dipilih, gambar dapat ditunjukkan langsung pada orang di sekitar. Apabila orang yang akan diajak berkomunikasi tidak berada di sekitar subjek, maka gambar yang dipilih dapat dikirimkan melalui Whatsapp atau Blackberry Messagenger  menggunakan fitur share.

Meskipun dirancang khusus berdasarkan kebutuhan individual saat ini, Kataku App dilengkapi dengan fitur penambahan dan pengapusan kategori maupun gambar. Sehingga gambar-gambar dapat disesuaikan dengan kebutuhan subjek di masa mendatang. Adanya fitur penambahan dan penghapusan kategori serta gambar tersebut juga memungkinkan Kataku App untuk digunakan bagi penyandang autis lainnya. Tak perlu khawatir jika salah menghapus kategori atau gambar. Melalui fitur “reset”, konten Kataku App dapat kembali pada settingan awal. Semua kategori dan gambar yang sudah ada secara default akan muncul. Namun, kategori dan gambar yang ditambahkan akan hilang.

Kataku app pict web 2

Memang butuh telaten dan teliti untuk proses pengaturan aplikasi ini. Oleh karena itu penggunaan Kataku App memerlukan kontrol dari orang lain yang lebih menguasai seperti orang tua atau guru. Menerapkan Kataku App pada penyandang autis juga tidak instan. Dibutuhkan waktu untuk membiasakan dan mengajarkan penyandang autis dalam menggunakan Kataku App. Kecuali bagi penyandang autis yang sudah mampu mengontrol perhatiannya dan  familiar dengan penggunaan smartphone. Waktu yang dibutuhkan untuk belajar menggunakan Kataku App akan berbeda bagi masing-masing penyandang autis. Hal ini tergantung kemampuan individual. Orang tua atau guru dapat mengontrol apa saja yang dilakukan penyandang autis melalui fitur lihat riwayat aplikasi. Jika riwayat aplikasi sudah dilihat, dapat dihapus dengan fitur hapus riwayat.

Aplikasi yang memiliki daya mobilitas tinggi serta  mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna ini masih terus dikembangkan. Untuk informasi dan masukan pengembangan lebih lanjut, hubungi tim pengembang melalui email katakuapp.id@gmail.com. (Ami)

Lihat selengkapnya cara penggunaan Kataku App di sini:

Gambar: dokumentasi tim pengembang Kataku App.

Membutuhkan sharing partner atau konsultasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus? kami terbuka untuk berbagi dengan Anda. Hubungi Kami!

 

 

 

0 comments