Vocabulary Applications (VOCAPPS)

Learn VOCABulary  with  VOCAPPS

Posted on Posted in Artikel, Wawasan

Bicara melibatkan koordinasi otot suara dan memerlukan kemampuan mengaitkan arti dengan bunyi yang dihasilkan. Sebelum anak mampu mengendalikan koordinasi otot suara untuk menimbulkan bunyi yang terkendali, ungkapan tersebut hanyalah bunyi artikulasi. Sebelum anak mampu mengaitkan arti dengan bunyi yang dihasilkan, bisa jadi ucapan yang selama ini dikeluarkan oleh anak hanyalah mengulang-ulang perkataan yang didengarnya (membeo). Agar anak dapat belajar berbicara diperlukan koordinasi otot suara untuk menghasilkan bunyi yang dikenal sebagai kata.

Kata adalah satuan terkecil dalam bahasa yang dapat berdiri sendiri berupa bunyi ujaran yang tersusun atas huruf-huruf abjad serta memiliki makna yang jelas. Dalam belajar berbicara, anak harus belajar mengaitkan arti dengan bunyi melalui perbendaharaan kata. Perbendaharaan kata merupakan keseluruhan  kata dalam suatu bahasa yang dimiliki anak. Hal ini dikarenakan banyak kata yang memiliki arti lebih dari satu dan adapula kata yang memiliki bunyi hampir sama tetapi memiliki arti yang berbeda.

Kemampuan perbendaharaan kata seorang anak perlu diajarkan secara bertahap oleh pendidik dan orang tua, karena kemampuan perbendaharaan kata ini tidak dapat tumbuh dengan sendirinya. Kemampuan perbendaharaan kata akan bertambah baik sejalan dengan usaha maksimal dari orang-orang terdekatnya. Usaha maksimal memerlukan penyesuaian program dan kerjasama yang baik antara pendidik dan orang tua. Tanpa penyesuaian program dan kerjasama yang baik, sulit untuk mencapai kemampuan anak dalam perbendaharaan kata.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terdapat seorang anak laki-laki berusia 9 tahun memiliki keterbatasan dalam perbendaharaan kata, anak tidak paham untuk mengatakan apa yang diinginkan, serta orang tua tidak mendorong anak untuk berkomunikasi secara sadar sehingga anak tidak perlu bicara karena orang tua mengkomunikasikannya sendiri sesuai dengan rutinitas anak. Padahal untuk usia 9 tahun, anak seharusnya sudah menguasai 20.000-24.000 kata. Melalui tugas mata kuliah Teknologi Asistif, mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Khusus Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia 2015 yakni Dea Novitasari, Robiansyah STU, Suhendar, dan Vairuz Meutia berkesempatan mengembangkan sebuah ide melalui pembuatan program aplikasi untuk meningkatkan kemampuan perbendaharaan kata pada anak berbasis software dalam ponsel android bernama Vocabulary Applications (VOCAPPS).

Vocabulary Applications (VOCAPPS)
Vocabulary Applications (VOCAPPS)

VOCAPPS selain sengaja dirancang khusus guna memenuhi kebutuhan anak berdasarkan hasil temuan di lapangan, juga dapat memberikan kemudahan bagi pengguna lainnya terlebih khusus bagi anak-anak yang belum memiliki perbendaharaan kata secara maksimal.

VOCAPPS terdiri dari dua jenis kata, yakni kata kerja dan kata benda. Kata kerja dan kata benda di dalam VOCAPPS bersifat audiovisual yang melambangkan aktivitas sehari-hari. Dengan VOCAPPS, anak-anak dapat belajar memahami kata melalui gambar yang ditampilkan dan belajar mengucapkan kata dari suara yang dikeluarkan. VOCAPPS  dapat digunakan dengan mudah hanya dengan mengunduh dan menginstall aplikasinya. Hanya dengan membutuhkan ruang memori penyimpanan aplikasi yang kecil, VOCAPPS dapat digunakan pada semua ponsel berjenis android. Cara penggunaannya pun sangat mudah, anak-anak hanya tinggal mengklik jenis perbendaharaan kata yang ingin dipelajari tanpa khawatir ponsel rusak atau error. Lihat video penggunaan VOCAPPS disini


(Dea Novitasari)

 

Gambar: dokumentasi tim pengembang VOCAPPS.

Membutuhkan sharing partner atau konsultasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus? kami terbuka untuk berbagi dengan Anda. Hubungi Kami!

 

 

 

0 comments