Memeriahkan Hari Kepedulian Autis, Penyandang Autis akan Berkemah

Posted on Posted in Artikel, Peristiwa, Wawasan

Bulan April masih dalam suasana hari kepedulian autisme yang lebih tepatnya jatuh pada tanggal 4 April lalu.  Di seluruh dunia memeriahkan hari kepedulian autism dengan berbagai kegiatan. Sebelum membicarakan kegiatan special hari kepedulian autis, ada baiknya kita mengenal autis terlebih dahulu. Autis merupakan gangguan komunikasi kompleks yang membuat diri seseorang tidak dapat membentuk hubungan sosial atau komunikasi secara normal, dan mempengaruhi koordinasi sistem saraf pada tubuh (Sampurno, T., 1: 2015). Penyandang autis tidak jauh berbeda dengan anak pada umumnya, mereka memiliki pribadi dan kemampuan yang berbeda setiap individunya. Klasifikasi autisme pada buku “Pedoman Penanganan dan pendidikan Austisme YPAC” terdapat beberapa bagian yakni berdasarkan saat munculnya kelainan,  intelektual, interaksi sosial, dan prediksi kemandirian. Klasifikasi berdasarkan interaksi sosial dapat kita ketahui yaitu:

  1. Kelompok yang menyendiri: banyak terlihat pada anak yang menarik diri, acuh tak acuh dan kesal bila diadakan pendekatan sosial serta menunjukkan perilaku dan perhatian yang tidak hangat.
  2. Kelompok yang pasif, dapat menerima pendekatan sosial dan bermain dengan anak lain jika pola permainannya sesuai dengan dirinya.
  3. Kelompok yang aktif tapi aneh: secara spontan akan mendekati anak lain, namun interaksinya tidak sesuai dan sering hanya sepihak.

Sikap anak dalam interaksi sosial seperti yang disebutkan di atas tentu saja membuat anak sulit membaur dengan lingkungan di sekitarnya. Berbagai upaya penanganan dapat dilakukan untuk menangani hambatan dalam interaksi social penyandang autis. Salah satunya ialah membawa anak ke dalam lingkungan yang lebih luas untuk diperkenalkan situasi baru. Di lingkungan baru, penyandang autis dapat belajar melakukan kegiatan yang banyak. Dimana pengalaman ketika melakukan aktivitas di lingkungan baru memperkaya pengetahuannya tentang perilaku adaptif (perilaku yang sesuai dengan konteks lingkungan) di situasi baru tersebut.

Poster Special Camp
Poster Special Camp

Penanganan yang baik dapat membantu penyandang autis berkembang menuju individu yang mandiri. Terdapat beberapa jenis penanganan yang dapat mendukung penanganan pada penyandang autisme seperti pengembangan kemampuan fisik, bermain, integrasi sensori, intervensi anggota keluarga, pengembangan kemampuan sosial, dan stimulasi perkembangan. Dalam artikel ini akan dijelaskan salah satu kegiatan yang diprogramkan khusus untuk penyandang autis, yaitu Special Camp. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu orang tua dalam usaha meningkatkan kemampuan kemandirian dan interaksi sosial penyandang autis dengan kegiatan yang menarik dengan konsep berkemah.

Kegiatan special camp bertujuan  mengenalkan Individu berkebutuhan khusus dengan lingkungan di luar rumah dan sekolah, meningkatkan kebersamaan antara  Individu berkebutuhan khusus dan  membentuk sikap dan tingkah laku di luar area sekolah sebagai proses generalisasi sosialisasi Individu  berkebutuhan khusus (Autis).  Selain untuk meningkatkan kemampuan sosial, kegiatan special camp juga dapat mengembangkan kemampuan kemandirian penyandang autis. Kemandirian penyandang autis dalam buku “pedoman penanganan dan pendidikan autisme” dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Kemandirian buruk, tidak dapat mandiri (2/3 dari penyandang autis)
  2. Kemandirian sedang, terdapat kemajuan dibidang sosial dan pendidikan walaupun problem perilaku tetap ada (1/4 dari penyandang autis)
  3. Kemandirian Baik, mempunyai kehidupan sosial yang normal atau hampir normal dan berfungsi dengan baik di sekolah ataupun ditempat kerja. (1/10 dari penyandang autis)

Special camp juga dapat meningkatkan pemahaman anak-anak berkebutuhan khusus tentang alam seperti tanah, udara, tanaman, binatang dan kegiatan outdoor yang dapat memberikan input motorik kasar (sebagai penerapan Sensory Integrasi langsung di alam). Hal ini dapat membantu anak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik seperti menyiram air untuk tanaman, memberikan makanan untuk hewan dengan perlahan-lahan dan tidak tumpah dan melangkah tanpa terjatuh jika ada lubang saat berjalan.

Kegiatan kemah untuk penyandang autis ini akan diadakan pada tanggal  16 – 17 April 2016 di Bumi Kepanduan Sentul, Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Kec. Babakan Madang, Bogor.  Dengan investasi sebesar Rp. 1.000.000, peserta memperoleh fasilitas konsumsi, tempat berkemah (All Facilities), peralatan berkemah (Tenda, matras, lampu tenda, dll), menikmati pemandangan yang indah, peralatan fun games, T-Shirt, dan dokumentasi.  Ingin bergabung? Segera daftarkan diri dengan mengisi formulir di http://bit.ly/pendaftaranAMD2016 atau kirim SMS dengan format:

“SKDO/Special Camp_Nama Orang tua_Nama Peserta_Nomor HP_Kondisi Khusus Anak_Catatan Penanganan”  kirim ke 083894427797.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Haviz Daulay – 081288209588 (Kegiatan) atau Nabilah – 08118114542 (Pendaftaran).

Selamat bulan April, Mari peduli!

Membutuhkan sharing partner atau konsultasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus? kami terbuka untuk berbagi dengan Anda. Hubungi Kami!

0 comments