Alat

Sensoric Couple Deteksi Suara Klakson untuk Tunarungu

Posted on Posted in Artikel, Wawasan

Dalam setiap kegiatan biasanya setiap orang membutuhkan alat untuk membantu menyelesaikan setiap kegiatannya agar lebih mudah,  dengan perkembangan teknologi dewasa ini yang semakin pesat maka makin banyak teknologi yang dirancang untuk membantu kegiatan tersebut, begitu juga tegnologi untuk para disabilitas yang ditujukan untuk meningkatkan kemandiriannya dalam melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari.

Bunyi klakson dalam berkendara merupakan alat untuk berkomunikasi antara pengemudi kendaraan yang satu dengan yang lainnya. Klakson digunakan saat pengemudi ingin “berbicara” atau memberi isyarat kepada pengemudi yang lain untuk keselamatan dan keamanan kedua belah pihak, misalnya ketika hendak mendahului, meminta ruang jalan, dan sebagainya.

Oleh karenanya bunyi klakson menjadi sesuatu yang sangat penting digunakan oleh para pengendara motor maupun mobil termasuk pengendara seorang tunarungu. Namun, belum ada alat yang mampu mendeteksi bunyi klakson yang ada di sekitar pengendara motor atau mobil untuk digunakan oleh seorang pengendara tunarungu, sehingga terkadang mereka sering mengalami hal yang tidak menyenangkan di jalan seperti hampir tertabrak pengendara yang lain karena keterbatasan pendengaran dengan ketunarunguan mereka.

Berdasarkan hal tersebut maka mahasiswa Program Magister Pendidikan Khusus Universitas Pendidikan Indonesia membentuk sebuah tim dan merancang sebuah alat yang dapat mendeteksi bunyi klakson yang dapat digunakan oleh pengendara dengan hambatan pendengaran sehingga dapat berkendaraan dengan aman dan lancar. Sebuah tim yang beranggotakan A Rahim Kurniawan Anwar, Rini Lestari, Schendy Tiara Putri, dan Sidiq Purnama Rachmat mengembangkan alat tersebut sesuai kebutuhan penyandang tunarungu yang menjadi subjek mata kuliah Teknologi Asistif.

Alat yang tim rancang ini bernama Sensoric Couple yaitu sebuah alat sederhana yang dikembangkan untuk membantu penyandang tunarungu dalam mendeteksi bunyi klakson yang ada di sekitanya ketika sedang berkendara. Sensoric Couple berasal dari bahasa inggris yang artinya sensor berpasangan, yang bermakna dua alat sensor yang dirancang saling terkoneksi dalam mendeteksi bunyi klakson ketika berkendara. Bunyi klakson yang berhasil dideteksi akan menghasilkan nyala lampu berwarna merah sebagai tanda bagi tunarungu, nyala lampu tersebut berdurasi kira-kira 3-5 detik.

Keunggulan alat ini adalah mampu mendeteksi suara bunyi klakson kendaraan dari arah kanan, kiri dan belakang dengan jarak ± 8 meter, ukuran kecil yang kecil sehingga mudah dibawa dan terlihat simple, mudah digunakan siapapun karena tidak peru instalasi yang terlalu rumit hanya tinggal menempelkan sensor di bagian luar kendaraan dan menyimpan pemberian sinyal didalam kendaraan yang terlihat oleh mata. Di bawah bimbingan dosen Dr. Endang Rochyadi, M.Pd. dan Dr. Sunardi, M.Pd, Sensoric Couple berhasil dirancang dan diimplementasikan berdasarkan kebutuhan keamanan penyandang tunarungu saat berkendara. (RRSS)

 

 

Gambar: dokumentasi tim pengembang Sensoric Couple.

Membutuhkan sharing partner atau konsultasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus? kami terbuka untuk berbagi dengan Anda. Hubungi Kami!

 

0 comments