water level cup

Water Level Cup (WLC) Sebuah Gelas Detektor Volume Air Bagi Penyandang Tunanetra

Posted on Posted in Artikel, Wawasan

Kemajuan teknologi pada masa kini membuat kreativitas manusia  menjadi seolah tidak terbatas, sehingga keterbatasan yang ada pada diri manusia dapat didobrak dengan berbagai ide dan gagasan yang luar biasa. Dengan teknologi kini penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan dapat menjadi lebih mudah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sangat banyak sekali alat-alat dengan tecnologi yang diciptakan atau diperbaharui untuk membantu dan memudahkan penyandang disabilitas. Berawal dari mata kuliah Teknologi Assistif yang diampu oleh Bapak Dr. Endang Rochyadi dan Dr. Sunardi, M.Pd, Andri, Frida, Neti, Juanita dan Raharja memulai ide sederhana berlatar belakang kebutuhan yang ada dan sedikit sentuhan teknologi membuat alat detektor volume air yang terintegrasi dengan gelas.

Ide ini sangat sederhana akan tetapi memiliki fungsi yang dapat memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas tunanetra yang memiliki hambatan dalam penglihatan. Menurut mereka ide sederhana ini terkadang malah menjadi salah satu hal yang tidak terfikirkan akan tetapi sangat dibutuhkan oleh mereka (penyandang disabilitas). Ide awal dalam pembuatan gelas dengan detektor volume air ini adalah melihatan kesulitan penyandang tunanetra dalam mendeteksi volume air dalam gelas saat menuangkan air ke dalam gelas. Ketakutan penyandang tunanetra pada saat menuangkan air adalah kelebihan volume air dalam gelas yang mengakibatkan lubernya air dalam gelas. Ketakutan yang lebih adalah pada saat menuangkan air panas ke dalam gelas, selain dapat menumpahkan air yang ada di dalam gelas juga dapat membahayakan tangan karena terkena luberan air panas.

“Teknologi detektor volume air ini sebelumnya sudah ada, akan tetapi bebentuk gagang atau pen yang kemudian dimasukan ke dalam gelas, dari alat yang sudah ada kami kembangkan alat tersebut menjadi alat yang terintegrasi dengan gelas” ujar Andri salah satu tim pengembang.

Gelas detektor volume air yang kami buat merupakan pengembangan dari alat yang sudah ada. Pada alat sebelumnya, detektor air berupa pen atau gagang yang dimasukan ke dalam gelas dan memiliki satu detektor pada bagian atas, sehingga sebelum air menyentuh garis tepi gelas detektor akan merespon dan mengeluarkan bunyi. Alat detektor volume air yang kami buat adalah alat yang terintegrasi dengan gelas serta memiliki fungsi mendeteksi air dalam ukuran yang sudah kami tentukan yaitu 100 ml (1/2 gelas), 200 ml (1 gelas) dan 400 ml (2 gelas).

Ukuran yang kami tentukan  ini merujuk pada gelas kecil ukuran 200 ml yang dapat difungsikan untuk penggunaan sesuai kebutuhan, misalnya untuk membuat minuman hangat maka pengguna hanya cukup menuangkan air panas hingga ukuran 100 ml kemudian menuangkan air biasa hingga ukuran 200 ml, untuk membuat air panas maka pengguna harus menuangkan air hingga ukuran 200 ml, sedangkan ukuran 400 ml adalah ukuran untuk membuat 2 gelas minuman hangat atau panas.

Setelah perencanaan matang, kami mencari gelas yang sesuai dan membuat ukuran untuk menentukan detektor agar sesuai dengan kebutuhan. Kami dibantu Jati (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro) dan Bapak Budi (pekerja kreatif). Kami sepakat untuk memberikan nama pada alat yang kami buat adalah Water Level Cup, sebuah gelas dengan detektor volume air.

Untuk menyesuaikan dengan ide serta desain awal, maka kami memodifikasi gelas yang sudah ada kemudian, Jati sebagai teknis merangkai alat detektor gelas dan Bapak Budi yang membuat penyesuaian alat dengan gelas untuk kemudian memodifikasi gelas yang sudah ada.

Pengguna gelas, akan mendengarkan bunyi jika air menyentuh detektor yang kami pasang, kami memasang 3 detektor dengan 3 ukuran volume air. Pengguna akan mendengar bunyi Beep satu kali jika air sudah mencapai ukuran 100 ml, lalu 2 kali bunyi Beep untuk ukuran 200 ml kemudian 3 kali bunyi Beep untuk ukuran 400 ml. Bunyi Beep yang berbeda menjadi tanda bagi pengguna.

Untuk memudahkan penggunanya gelas detektor ini dilengkapi dengan saklar on-of, port charger serta baterrai 18650 yang daya nya dapat di isi ulang (Recahrgeble). Pengguna dapat menggunakan gelas ini dengan sangat mudah, hal ini dimulai dengan menekan saklar menjadi mode on agar detektor air berfungsi kemudian buka tutup gelas lalu tuangkan air kedalam gelas; dengarkan dengan seksama bunyi ketika detektor mendeteksi air sesuai ukurannya (100 ml, 200 ml, dan 400 ml). (Frida)

 

Gambar: dokumentasi tim pengembang WLC

Membutuhkan sharing partner atau konsultasi layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus? kami terbuka untuk berbagi dengan Anda. Hubungi Kami!

0 comments